Berkarya,Seni Rupa Dua Dimensi kls X
A. Seni Rupa 2 Dimensi
Istilah
“Seni Rupa” seringkali kalian jumpai baik dalam bentuk tulisan maupun
diperbincangkan secara lisan. Berbagai karya seni rupa di sekeliling kita,
memiliki banyak macam ragamnya. Walaupun demikian, karya seni rupa dapat
digolongkan berdasarkan jenisnya dengan mengkategorikan kesamaan karakteristik
karya yang satu dengan yang lainnya. Dapatkah kalian membedakan karakteristik
dasar karya seni rupa yang satu dengan yang lainnya? Pada binatang misalnya,
penggolongan dapat didasarkan pada jenis kelamin, ada jantan ada betina. Pada
tumbuhan misalnya dapat dikategorikan berdasarkan fungsinya. Ada tumbuhan yang
ditanam sebagai hiasan untuk memperindah taman ada juga tumbuhan yang ditanam
untuk dikonsumsi. Demikian juga dalam
hal karya seni rupa, secara sederhana, kalian dapat membedakan berdasarkan bentuk
(dimensi) maupun fungsinya.
Berdasarkan
dimensinya, karya seni rupa dibagi dua yaitu, karya seni rupa dua dimensi yang
mempunyai dua ukuran dan karya seni rupa tiga dimensi yang mempunyai tiga
ukuran atau memiliki ruang. Tahukah kalian ukuran yang dimaksud dalam karya
seni rupa dua dan tiga dimensi?Berdasarkan
fungsinya, karya seni
rupa ada yang
dibuat dengan pertimbangan utama
untuk memenuhi fungsi
praktis. Karya seni
rupa semacam ini dikategorikan dalam jenis karya seni rupa terapan
(applied art). Pembuatan karya seni
(rupa) terapan ini
umumnya melalui proses perancangan (desain).
Pertimbangan aspek-aspek kerupaan
dalam karya seni terapan
berfungsi untuk memperindah
bentuk dan tampilan
sebuah benda serta meningkatkan kenyamanan penggunaanya. Tahukah kalian
benda-benda apa saja yang ada di sekitar kalian yang dikategorikan sebagai
karya seni rupa terapan? Sebaliknya ada karya seni rupa yang dibuat dengan
tujuan untuk dinikmati keindahan dan keunikannya saja tanpa mempertimbangkan
fungsi praktisnya. Karya seni rupa dengan kategori ini disebut karya seni rupa
murni yang umumnya digunakan sebagai elemen estetis untuk ”memperindah” ruangan
atau tempat tertentu.
Selain
berdasarkan bentuk (dimensi) dan fungsinya, karya seni rupa juga digolongkan
berdasarkan karakteristik media, teknik, bahan serta orientasi pembuatannya.
Berdasarkan karakteristik ini kita mengenal berbagai jenis karya seni rupa
seperti seni lukis, seni patung, seni grafis, seni kriya dan desain.
B.Unsur dan
Obyek Karya Seni Rupa
Seorang perupa
(seniman, desainer, kriyawan,
perajin, dsb.) mengolah unsur-unsur seni rupa fisik dan non
fisik sesuai dengan keterampilan dan kepekaan yang dimilikinya dalam mewujudkan
sebuah karya seni rupa. Dalam sebuah karya seni rupa, unsur fisik dapat secara
langsung dilihat dan atau diraba sedangkan
unsur non fisik
adalah prinsip atau
kaidah-kaidah umum yang digunakan untuk menempatkan unsur-unsur fisik
dalam sebuah karya seni. Unsur-unsur
fisik dalam sebuah
karya seni rupa
pada dasarnya meliputi semua unsur visual yang terdapat
pada sebuah benda. Dengan demikian pengamatan
terhadap unsur-unsur visual
pada karya seni
rupa ini tidak berbeda dengan pengamatan terhadap
benda-benda yang ada di sekeliling kalian. Cermati kembali paparan singkat tentang
unsur-unsur rupa berikut ini:
1. GARIS (line)
Garis adalah unsur fisik yang mendasar dan penting dalam mewujudkan sebuah karya seni rupa. Garis memiliki dimensi memanjang dan mempunyai arah serta sifat-sifat khusus seperti: pendek, panjang, vertikal, horizontal, lurus, melengkung, berombak dan seterusnya
Garis dapat juga kalian gunakan untuk mengomunikasikan gagasan dan mengekspresikan diri. Garis tebal tegak lurus misalnya, dapat memberi kesan kuat dan tegas, sedangkan garis tipis melengkung, memberi kesan lemah dan ringkih. Karakter garis yang dihasilkan oleh alat yang berbeda akan menghasilkan karakter yang berbeda pula. Coba bandingkan karakter garis yang dihasilkan oleh jejak spidol pada kertas dan jejak arang pada kertas. Bandingkan pula jejak garis yang dibuat dengan ballpoint dan pensil. Buatlah berbagai bentuk garis, kemudian cobalah untuk merasakan kesan dari garis-garis yang kalian buat tersebut.
Raut (Bidang dan
Bentuk)
Unsur rupa lainnya adalah “raut” yang merupakan tampak, potongan atau wujud dari suatu objek. Istilah ”bidang” umumnya digunakan untuk menunjuk wujud benda yang cenderung pipih atau datar sedangkan ”bangun” atau ”bentuk” lebih menunjukkan kepada wujud benda yang memiliki volume (mass). Perhatikan gambar di samping dan di bawah ini. Tunjukkanlah mana unsur ”bidang” dan mana unsur ”bentuk” atau ”bangun”. Bagaimana kalian membedakan wujud ”bangun” dan ”bangun” atau ”bentuk” dalam sebuah karya seni rupa 2 dimensi?
. Ruang
Unsur ruang dalam sebuah karya seni rupa 2 dimensi menunjukan kesan dimensi dari obyek yang terdapat pada karya seni rupa tersebut. Pada karya dua dimensi kesan ruang dapat dihadirkan dalam karya dengan pengolahan unsurunsur kerupaan lainnya seperti perbedaan intensitas warna, teranggelap, atau menggunakan teknik menggambar perspektif untuk menciptakan ruang semu (khayal).
4. Tekstur
Tekstur atau barik adalah unsur rupa yang
menunjukan kualitas taktis dari suatu permukaan atau penggambaran struktur
permukaan suatu objek pada karya seni rupa. Berdasarkan wujudnya, tekstur dapat
dibedakan atas tekstur asli dan tekstur buatan. Tekstur asli adalah perbedaan
ketinggian permukaan objek yang nyata dan dapat diraba, sedangkan tekstur
buatan adalah kesan permukaan objek yang timbul pada suatu bidang karena
pengolahan unsur garis, warna, ruang, dan terang-gelap.
5. Warna
Warna adalah unsur rupa yang paling
menarik perhatian. Menurut teori warna Brewster, semua warna yang ada berasal
dari tiga warna pokok (primer) yaitu merah, kuning dan biru. Dalam berkarya
seni rupa terdapat beberapa teknik penggunaan warna, yaitu secara harmonis,
heraldis, murni, monokromatik dan polikromatik. Cobalah kalian mencari
informasi tentang teknik-teknik penggunaan warna tersebut.
Gelap-Terang
Unsur gelap terang pada karya seni rupa timbul karena
adanya perbedaan intensitas cahaya yang jatuh pada permukaan benda. Perbedaan
ini menyebabkan munculnya tingkat nada warna (value) yang berbeda. Bagian yang
terkena cahaya akan lebih terang dan bagian yang kurang atau terkena cahaya
akan tampak lebih gelap Perhatikan obyek gambar karya seni rupa 2 dimensi di
atas ini yang menggunakan unsur gelap-terang dan yang tidak menggunakan unsur
gelap terang. Kesan apa yang kalian lihat dan rasakan pada masing-masing obyek
gambar tersebut.
Penataan
unsur-unsur visual pada sebuah karya seni rupa menggunakan prinsip-prinsip
dasar berupa kaidah atau aturan baku yang diyakini oleh seniman dan perupa pada
umumnya dapat membentuk sebuah karya seni yang baik dan indah. Kaidah atau
aturan baku ini disebut komposisi, berasal dari bahasa latin compositio yang
artinya menyusun atau menggabungkan menjadi satu. Komposisi dapat mencakup
beberapa prinsip penataan seperti: kesatuan (unity); keseimbangan (balance) dan
irama (rhythm), penekanan, proporsi dan keselarasan. Prinsip-prinsip dasar ini
merupakan unsur non fisik dari karya seni rupa.
Source : https://wwwdotbukupaketdotcom/2016/08/materi-seni-budaya-kelas-10-semester-12.html
Comments
Post a Comment